Home » » Cerita Ringan : Antara Pisang dan Pizza

Cerita Ringan : Antara Pisang dan Pizza

Pisang dan pizza
Pisang dan pizza
Kemarin malam saya sedang mengajar salah satu murid les di rumahnya dan kami berduapun asyik membahas soal-soal matematika sambil sering-sering mengobrol kesana kemari, hehehe.. Ini ngobrol apa belajar? Dua-duanya lah..

[Panggilan ibunya]

Sedang asyiknya kami membahas obrolan, eh eh salah.. membahas soal maksudnya.. hehehe.. back to the topic.. Sedang asyiknya kami membahas soal, tiba-tiba ibu dari murid saya ini mengucapkan kata yang agak membuat bingung deg-degan.. Mengapa bisa begitu?

Ibunya memanggil murid saya seperti ini :"Dik, kesini dulu. Ini pak gurunya dikasi pisa...". Begitulah suara samar-samar yang saya dengar karena ibunya memanggil dari posisi ribuan centimeter dari tempat kami belajar.

Yang membuat deg-degan adalah kata "Pisa.." yang tidak selesai itu lho..
[Lanjut lagi disini]

Kemudian saya berspekulasi bahwa kata yang terakhir itu adalah "Pisang", tapi hati kecil saya mendengar dengan jelas, tapi agak dipaksakan sedikit sih, bahwa itu adalah "Pizza". Mengapa dipaksakan "pizza"? Karena saya sangat berharap bahwa itu adalah benar-benar pizza yang datang, hehehehehe..

#Daripada kecewa

Daripada nanti berharap terlalu besar yang datang adalah pizza, saya mengalihkan pikiran bahwa yang dimaksud itu adalah "Pisang". Mengapa? Karena kalau yang datang memang pisang, saya tidak akan terlalu kecewa. Tapi kalau yang datang memang pizza beneran, tentu saya akan tambah senang lagi dong!!!!

#Dalam hati mengharapkan yang beda.

Tapi jujur, malam itu saya memang sangat mengharapkan yang datang adalah beneran pizza lho, bukan pisang ya.. hehehehe...

[Murid saya datang]

Setelah menunggu  agak sebentar, saya mulai mendengar murid saya sibuk di ruang sebelah. Terdengar suara piring ber-tang-ting-tang-ting. Pikiran sudah mulai curiga dan menebak-nebak apa yang akan muncul, "pisang atau pizza" ya?

Murid saya inipun datang dan membawa dua buah piring kecil dan diatasnya sudah tersaji masing-masing sepotong pisang. Ya ngga lah.. Pisang kan bijian, masa dipotong,,,, Sepotong pizza tentunya..

Hati kecil sudah berteriak senang bukan main, karena sudah agak lama saya tidak makan pizza. Tangan sudah tidak sabar untuk segera merenggut dan mencabik-cabiknya dengan mulut yang sudah siap ini..

[Haapppp...]

Akhirnya sayapun segera menyantap "Pizza" (bukan pisang ya) yang lezat ini, apalagi ditambah dengan sosis yang ada di dalamnya. Wuih... tambah mantap deh rejeki kali ini.. Mudah-mudah besok sering-sering dapat pizza lagi, hehehehe... (Ngarep dan maruk ini!!!!)



Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner


0 comments:

Post a Comment