Home » , » Menyebrang Jembatan Tukad Bangkung

Menyebrang Jembatan Tukad Bangkung



Jembatan Tukad Bangkung
Jembatan Tukad Bangkung

Jembatan Tukad Bangkung ini sudah pernah saya dengar dari paman yang sering melewatinya. Katanya jembatan ini sangat tinggi dan panjang, untuk daerah Bali. Di Bali  memang sangat jarang ada jembatan yang tinggi dan panjang.

Sudah  lama saya memendam hasrat untuk pergi ke sana, tetapi belum sempat-sempat juga mengunjunginya.

Akhirnya kemarin pas pulang kampung ke daerah Buleleng dan melewati daerah Penulisan, istri minta diantar kesana. Ok lah, kalo ga sekarang kapan lagi nih, mumpung lewat. Berangkat……

[Pemandangan Hijau]

Dari daerah Penulisan untuk mencapai jembatan ini kurang lebih 20 Km. sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan hijau nan menyejukkan mata.

Padi yang sudah menguning melambai-lambai dan menunjukkan keanggunannya, memamerkan buah padi yang padat berisi yang bergelantungan ditangkainya. Sungguh sangat indah.
           
Di kanan dan kiri jalan ditumbuhi rumput jago yang tinggi-tinggi. Para peternak sapi pasti dibuat senang dengan rerumputan hijau ini. Memotong rumput seperti akan sangat bersemangat, selain hijau juga cepat banyak dapat ketika memotong (pengalaman pribadi, hehehehe……….).

[Sangat puas]
           
Sebelum mencapai jembatannya saja hati sudah sangat dipuaskan dengan pemandangan indah dan mempesona. Sekarang sudah tidak sabar untuk melihat jembatannya.

Dari kejauhan diatas, saya melihat kebawah dan melihat jembatannya terbentang menyambungkan dua dataran yang terbelah ngarai. Wow…. Keren sekali pemandangannya.          
           
Tiba dijembatan, motor diparkir dan langsung foto-foto. Ketika melongok ke bawah,ssssshhhhhh… Hati berdesir melihat panorama seperti ini. Sangat tinggi sekali, tidak terbayang berapa tingginya.

Pemandangan dibawah jembatan
Pemandangan di bawah jembatan


Jantung berdeguk dengan kencang dan kagum sekaligus takut dengan ketinggian ini. Pemandangan disekitarnya juga hijau. Banyak pepohonan dan ada sungai kecil yang mengalir dibawahnya.

Alamnya masih sangat asri. Cocok untuk menghilangkan penat sesudah bekerja seminggu dikota. Udara yang bersih dan kendaraan yang tidak ramai membuat tempat ini menjadi tujuan favorit untuk jalan-jalan.

Panjang jembatannya kurang lebih 200 m (perkiraan saya). Pembuatannya tentu memerlukan perhitungan yang cermat dan tepat untuk mendapatkan kekuatan dan ketahanan yang diharapkan.

Pilar penyangga jembatan yang dari bawah sangat tinggi dan besar, tentu ini karena jembatannya panjang dan tinggi. Di sepanjang jembatan diberi pagar pembatas agar pengunjung merasa aman ketika menengok pemandangan dibawahnya.
     
[Tidak takut kelaparan]
    
Namanya objek wisata, kurang pas kalau tidak ada pedagang keliling. Jagung rebus, mie rebus dan aneka camilan mereka jual. Jangan khawatir merasa kelaparan, karena disana juga ada warung yang menyediakan makanan.

Pokoknya tenang dah kalau jalan-jalan kesana, yang penting dompetnya jangan lupa diisi yang cukup, hahaha…..


Bagi yang belum pernah kesana, ayo coba nikmati petualangan baru nan hijau menyejukkan dan menyegarkan. Sebagai referensi saja untuk tambahan tempat jalan-jalan favorit.


Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner



0 comments:

Post a Comment