Home » » Inilah 7 Alasan Mengapa Sawah Dibuat Berpetak-petak

Inilah 7 Alasan Mengapa Sawah Dibuat Berpetak-petak

sawah berpetak


Kita semua pasti sangatlah akrab dengan sawah bukan? Ini karena disetiap kampung yang ada di Indonesia, pastinya ada sebidang sawah menghijau yang siap menghasilkan bulir-bulir padi yang gemuk.

Kan Indonesia adalah negara agraris yang kebanyakan mata pencaharian dari penduduknya adalah sebagai petani. Tapi sayang, sekarang lahan pertanian sudah ditanami bentuk lain, yaitu tiang beton dan tembok bangunan.
#Kumpulan artikel menarik tentang Indonesia dan hubungannya dengan negara lain

Ok, balik lagi ke sawah hijau berpetak
Hampir semua sawah yang pernah anda lihat, pasti dibuat berpetak-petak. Entah itu di dataran rendah dan dataran tinggi.

  • Tapi pernahkah anda menggelitik pikiran untuk mengetahui apasih alasan dari pembuatan sawah terkotak-kotak ini?
  • Kenapa tidak dibuat suatu sawah besar yang luasnya 10 kali lapangan bola saja sekalian?
Nah, saya sudah memiliki beberapa alasan mengapa sawah dibuat ke dalam bentuk-bentuk lebih kecil dan berpetak.

1. Pengaturan airnya mudah
Mengairi sawah yang ukurannya lebih kecil akan jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan ukuran yang luas.

Ketika satu sawah sudah berisi air, maka :
  • sawah ini bisa langsung dibajak. 
  • sementara itu petak sawah yang lainnya bisa diairi lagi agar ketika sawah yang pertama sudah selesai dibajak bisa langsung pindah ke sawah lainnya.
Bayangkan jika sawahnya dibuat sangat luas, akan membutuhkan waktu lama untuk mengisi air sampai penuh dan mengolahnya.

2. Psikologis petani
Mengolah tanah dengan luas kecil-kecil cenderung terasa lebih ringan jika dibandingkan dengan mengolah tanah dengan ukuran 10 kali lipatnya.


Lebih bersemangat bekerjanya


Mungkin petani akan merasa lebih bersemangat untuk menyelesaikan petak demi petak dibandingkan jika dihadapkan dengan bentangan sawah tak berujung.

3. Mencegah erosi
Inilah yang dilakukan petani di daerah pegunungan atau tanahnya miring, yaitu membuat terasiring. Terasiring sendiri merupakan proses mengubah bentuk sawah berundak dan menjadi bentuk-bentuk yang lebih kecil lagi.


Bisa mencegah erosi dan longsor


Tanah pun tidak mudah erosi dan longsor jika dibandingkan harus membuat sawah luas dalam kondisi tanah miring. 

Bentuk sawah miring pasti sulit mengolahnya kan? Nanti ketika mengairi sawah tidak akan pernah penuh, karena tanah dibagian atas tidak akan pernah mendapatkan air.

4. Pemandangan indah dan objek wisata
Dengan membuat sawah berpetak-petak kecil seperti ini, bisa menghadirkan pemandangan yang luar biasa indahnya.

Bahkan di Bali ada beberapa persawahan yang dijadikan objek pariwisata dan banyak dikunjungi oleh para turis dalam dan luar negeri.


Dikunjungi banyak wisatawan



Jika seperti ini, pendapatan para petani bisa meningkat dong!! Asyikk..

Contoh objek wisatanya ada di daerah :
  • Ceking, Gianyar
  • Jatiluwih, Tabanan.
Kalau ke Bali, jangan lupa untuk berkunjung ke kedua tempat ini ya!! Pastinya pemandangan yang tersaji akan sungguh luar biasa..

5. Menumbukan rumput
Bagian batas petak-petak disetiap sawah merupakan areal cocok untuk bertumbuhnya rumput. Rumput ini sangat bermanfaat bagi petani karena :
  • Bisa digunakan sebagai pakan ternak, seperti sapi
  • Rumputnya bisa dibabat dan kemudian disebarkan ke dalam sawah sebagai pupuk alami.
Wow, ide yang sangat cerdas bukan dari para pendahulu kita???

6. Ditanami tumbuhan lain
Kakek dan nenek saya sangat jago dalam urusan ini. Beliau akan mengisi gundukan batas petak setiap sawah dengan tanaman sayur seperti :
  • kacang panjang 
  • koro
  • dan lainnya
Jadi selain bisa mendapatkan hasil padi, tanaman sayur inipun bisa menambah pendapatan mereka lho.. Mereka sungguh luar biasa..

7. Memudahkan pengontrolan
Petak-petak kecil memudahkan petani untuk mengontrol tanaman padi mereka dari waktu ke waktu. Cukup dengan menyusuri batas petak ini, mereka bisa mengetahui jika ada tanaman padi yang bermasalah.


Padi bermasalah bisa langsung diganti


Tanaman padi yang rusak dan mati, bisa segera diganti agar hasil panen tetap dalam target yang sudah ditentukan. Bayangkan kalau sawahnya luas tak berbatas, susah sekali kan mengontrol tanaman padinya??

Cukup 7 alasan saja ya!!
Jangan banyak-banyak ya, cukup 7 alasan saja untuk topik mengapa sawah dibuat berpetak-petak. Kalau kebanyakan nanti artikelnya tidak selesai-selesai, hahahaha..

Nah, jika anda mempunyai pendapat lain mengenai topik ini, ayo bagikan pemikirannya dalam kolom komentar yang kosong melompong ini!!

Jadi para pendahulu kita memang sudah memikirkan masak-masak bagaimana untuk membuat sawah yang baik dan mudah di olah. Saya sendiri sangat bangga dengan pemikiran-pemikiran canggih seperti ini..

 Baca juga : 


Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner


4 comments:

  1. Hmmm.. Sudah kuduga, hahaha...

    Ternyata alasannya seperti itu ya, tapi memang berundak lebih bagus ketimbang cuma luas petak kayak lapangan bola, nggak ada seninya. Di Bali juga banyak ya selain kedua tempat di atas???

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih banyak mas..
      di desa saya saja masih bertebaran sawah hijau dan mudah-mudahan bertahan dalam waktu tak terbatas...

      Delete
    2. MEmang ciri khas dari Indonesia banget ya Mas...

      Delete
    3. betul mas hendra..
      sangat senang sekali lho lihat pemandangan sawah hijau terhampar luas..
      adem rasanya...
      di kampung mas hendra sama tidak??

      Delete