Home » , » Uppss... Untung Tidak Ikut Ngomongin Orang Lain

Uppss... Untung Tidak Ikut Ngomongin Orang Lain

uppss..
uppss..

Tulisan ini adalah pengalaman saya sendiri dan pastinya akan sangat bermanfaat kepada anda, para pembaca semuanya. Percaya deh dengan saya.. hehee..

Tentu saja bermanfaat, karena saya akan selalu menulis topik yang bisa membantu dan berfaedah bagi orang banyak dan khususnya anda yang membaca blog ini.

 Bagaimana bisa bermanfaat? 

Manfaatnya bagi saya sungguh besar dan mudah-mudah andapun akan juga merasakannya segera setelah menuntaskan membaca kisah menarik ini.

Ini menyangkut bagaimana kita menjaga hubungan dengan orang lain agar tetap harmonis sepanjang masa dan tidak ikut terseret dalam obrolan yang mempergunjingkan mereka.

Itulah sedikit tentang gambaran manfaat yang bisa saya bagikan kepada anda melalui tulisan ini dan untuk lebih jelasnya mari kita lanjutkan ceritanya.


 Begini ceritanya 

Waktu itu saya sedang istirahat kerja sewaktu masih kerja kantoran. Di tempat istirahat tersebut saya duduk dengan salah satu teman.

Setelah ngobrol kesana kemari, entah mengapa dia tiba-tiba membicarakan salah satu rekan kerja dalam kantor yang sama, anggap Si A.

Intinya begini :

  • Ia kurang suka dengan gaya Si A
  • Tidak puas dengan cara kerjanya
  • dan berbagi keluhan lainnya.
Sayapun menyadari keluhan teman saya ini terhadap Si A karena saya merasakan hal yang sama. 

<<<<Kemudian hal menarik ini terjadi !!!>>>

Saya sebenarnya sangat ingin menanggapi curhatan teman saya ini dan ingin memberikan beberapa komentar. Tapi entah kenapa saya tidak ingin melakukannya, seperti ada yang menghentikan untuk bicara.

Disinilah letak keberuntungan saya karena tidak jadi memberikan tanggapan dan hanya manggut-manggut saja.

 =>  Di detik yang sama ketika saya memutuskan untuk tidak memberikan komentar atas curhatan teman saya itu, Si A datang dan ikut istirahat disana.

 =>  Saya hanya bisa mengelus dada dan bersyukur tidak ikut ngomongin dia

 =>  Coba kalau dia mendengar saya ngomongin Si A dan dia pas datang kesana, saya pasti merasa malu dan Si A pun tidak akan begitu akrab lagi dengan saya.
Misalnya saya mengatakan seperti ini : " Iya, Si A ini orangnya kurang memuaskan dalam bekerja. Gayanya juga kurang saya senangi. Mungkin yang lain akan juga merasakan hal sama terhadap si A ini". 
Dan Si A mendengar dengan jelas apa yang saya omongkan kepadanya tanpa saya sadari. Waduh tidak terbayang deh bagaimana perasaan saya jika menemui situasi seperti itu.

Tapi untung sekali saya tidak melakukan hal itu...

 Pelajaran sederhana dan mendalam 

Waktu itu kami berdua benar-benar tidak menyadari kedatangan Si A dan teman saya pun langsung merubah topik pembicaraan. Sayapun beruntung sekali karena tidak ikut berkomentar tentang Si A. 

Si A pun duduk dan akhirnya ikut ngobrol dengan kami berdua dan tidak mengetahui apa yang sebelumnya terjadi.

Hari itu saya sangat bersyukur sekali, karena masih dilindungi oleh Tuhan agar bisa menjaga omongan. Dan disinilah letak pelajaran yang bisa saya peroleh :
  • Menahan omongan kurang baik akan menyelamatkan saya
  • Menghindari hubungan yang kurang baik dengan yang diomongkan
  • Perasaan malu dan kakupun berhasil saya hindari.
 Terjadi sekali lagi 


Ternyata kejadian ini tidak hanya terjadi pas itu saja, ada lagi kejadian yang hampir sama saya jumpai dengan situasi yang berbeda.

Kali ini dikampung halaman dan jalan ceritanya mirip dengan yang diatas, mirip sekali dan sekali lagi saya beruntung tidak berkomentar. (Baca juga : Saya orang paling beruntung di dunia)

Karena setelah yang saya ajak bicara menyelesaikan curhatnya, yang diomongin langsung muncul tanpa disadari. 

Wow, saya selamat lagi.. Terima kasih Tuhan..


 Baca juga : 


Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner


0 comments:

Post a Comment