Home » » Beginilah Cara Cerdas Anak Saya Mendapatkan Mainan

Beginilah Cara Cerdas Anak Saya Mendapatkan Mainan

Contoh mainan
Contoh mainan
Mainan adalah salah satu barang yang senang dikoleksi oleh anak kecil seperti anak saya. Mainan yang dipunya pun beragam, mulai dari mainan gitar, mainan piano dan juga mainan lainnya. Cara yang umum untuk mendapatkan mainan bagi si kecil adalah dengan membelinya.

[Lain cerita]

Nah kali ini saya akan menceritakan bagaimana anak saya bisa mendapatkan mainan kesukaannya secara gratis. Tentu saja bukan dengan cara memalak mainan temannya, tapi karena dia berhasil membuat orang yang punya mainan menjadi tidak tega.

Lho kok bisa tidak tega? Beginilah ceritanya. Waktu itu saya sedang berkunjung ke rumah bibi karena sudah lama tidak pernah saling bersua. Kebetulan anak-anaknya sudah pada gede, satu kuliah dan satunya lagi masih SMP.

Salah satu anak bibi yang cowok memang gemar mengoleksi mainan keren dan bagus, tapi karena sudah agak gede, dia malas mengurusnya lagi. Nah, peluang ini ternyata diketahui dengan cepat oleh anak saya.

Anak saya yang masih 2 tahun ini dengan segera mengambil salah satu mainan pesawat yang terpajang dengan baik di meja kamar anak bibi saya. Tanpa sepengetahuan saya, ia sudah memainkan pesawat mainan itu dengan riangnya.

Tidak ada kata protes dari si pemilik mainan dan ia hanya membiarkan anak saya bermain dengan mainan pesawat itu. Malah iapun ikut asyik bermain dengan anak saya dan mencoba menggodanya.

[Akhir cerita ini]

Setelah lama saya berbincang dengan bibi, akhirnya saya memutuskan untuk pulang. Anak saya masih memegang mainan pesawat ini tanpa ada tanda-tanda ia akan meletakkannya dengan rela. Saya tahu ini akan berakhir dengan air mata tangisnya.

Saya meminta anak saya untuk menaruh mainan itu dan ia pun dengan rela untuk menolak perintah saya. Akhirnya sayapun mencoba untuk mengambil paksa mainan itu dan iapun tidak berusaha untuk mematuhi saya.

Apakah anak saya menangis ketika mainan kesukaannya coba direbut ayahnya? Tentu saja tidak, tidak salah maksudnya. Iapun meronta dan tidak mau melepas mainan itu dan tetap mengeluarkan suara tangis yang menggelegar.

Anak bibi yang mendengar anak saya menangis pun datang dan ia melihat anak saya tidak mau melepas mainan itu. Ia pun mengatakan kepada saya bahwa mainan itu untuk anak saya saja, karena ia sudah tidak memakainya lagi.

#Senyum

Mendengar perkataan itu dari yang punya mainan, anak saya langsung tersenyum dan meminta sang ayah untuk melepaskan mainan itu dari tangannya. Ia pun kembali menerbangkan pesawat mainan itu dengan riangnya dan langsung mau ketika diajak pulang.

Berkat tangisnya yang luar biasa, anak saya akhirnya mendapatkan mainan gratis dari pamannya (anak bibi saya). Mainannya pun bertambah lagi satu dan akan semakin membuat gudang mainannya semakin penuh sesak. Seberapa besar gudang mainan anak saya? Cukup sebesar satu kardus air mineral kemasan gelas, hehehe..


Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner


2 comments:

  1. Wah ternyata kecil-kecil sudah pintar membaca peluang dan bermanuver, Mungkin beliau mengikuti jejak bapaknya, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... benar mas hendra... sudah bisa meniru bapaknya si kecil ini..

      Delete