Home » » Mengumpulkan Uang Demi Membeli Mainan Kesukaan

Mengumpulkan Uang Demi Membeli Mainan Kesukaan

Menabung
Menabung
Ani pagi ini akan berangkat ke sekolah dengan diantar ibunya naik sepeda. Seperti biasa ibunya singgah dulu di toko Pak Udin untuk menyerahkan rempeyek renyah dan enak. Rempeyek ini dibuat oleh ibunya Ani untuk di jual ke toko Pak Udin dan selalu diantarkan ketika sedang mengantar Ani ke sekolah.

Ibu Ani membuat rempeyek untuk mendapatkan rejeki tambahan guna membantu bapaknya mencari rejeki. Ani pun anak yang baik dan tidak pernah rewel dan selalu menuruti nasehat serta perintah orang tua.

Ketika sampai di toko Pak Udin, Ibunya langsung menyerahkan rempeyek ke pemilik toko. Dan pagi ini Ani melihat ada yang bagus di toko Pak Udin. Boneka cantik yang sangat indah dan ingin sekali Ani memilikinya. Ketika dilihat, harganya ternyata Rp. 50.000,-.

Ani hanya bisa menelan ludah melihat harga boneka itu. Tapi Ani tidak menyerah dan akan berusaha membelinya. Disepanjang perjalanan ke sekolah, Ani memikirkan cara bagaimana ia bisa mengumpulkan uang sebanyak itu. Meminta kepada orang tuanya pun ia tidak mau, karena uang yang diperoleh bapak ibunya harus digunakan untuk hal yang lebih penting.

Akhirnya ia mendapatkan ide. Ia dikasi bekal Rp.1500,- setiap hari dan kemudian Ia akan menyimpannya Rp.1.000.- per hari. Jadinya dalam waktu 50 hari ia akan mempunyai uang yang cukup untuk membelinya.

Hari demi hari berlalu dan setiap pagi ia melihat mainan itu masih ada di toko Pak Udin. Doa Ani adalah agar boneka tersebut tetap ada ditempatnya sampai ia punya uang 50ribu. Dan benar saja, sampai hari ke-49 boneka itu masih setia menunggu Ani untuk mengambilnya. Matanya berbinar-binar karena ia akan segera memilikinya.

Uang yang sudah terkumpul di hari ke-49 sudah 49ribu, berarti besok dengan tambahan Rp.1.000,- maka ia akan bisa membeli boneka cantik itu. Di malam hari Ani tidak bisa tidur karena ia besok akan segera membeli boneka tersebut.

Keesokan harinya, seperti biasa ibunya berhenti di toko Pak Udin untuk menyerahkan rempeyek. Boneka itu masih tersenyum manis kepada Ani. Hati Ani semakin senang. Ia berbicara dalam hati kepada boneka itu bahwa sepulang sekolah ia akan membelinya. Ia meminta kepada boneka itu untuk menunggunya sebentar lagi.

Sampai di sekolah, ibunya memberikan Ani uang bekal seperti biasa, Rp. 1.500,-. Uang yang seribu segera ia masukkan ke dalam amplop yang sebelumnya sudah berisi 49ribu rupiah. Sekarang uangnya sudah pas 50 ribu. 

Sepanjang pelajaran di sekolah, Ani tersenyum dan bahagia terus. Ia tidak sabar untuk segera pulang dan membeli boneka idamannya. 

Akhirnya bel pulang sekolah pun berdentang. Ani segera pulang dan langsung menuju toko Pak Udin. Iapun langsung meminta Pak Udin mengambilkan boneka yang diinginkan. Tapi Pak Udin berkata bahwa boneka itu baru saja dibeli oleh orang lain.

Wajah Ani sangat sedih mendengar bahwa boneka idamannya sudah pergi bersama orang lain. Penantiannya selama 50 hari pun sia-sia dan matanya berkaca-kaca. Ia pulang ke rumah dengan wajah muram. Ibunya melihat Ani sedang sedih dan bertanya ada apa. Tapi Ani hanya diam dan tidak menjawabnya. Ani pun langsung masuk ke kamar. 

Betapa terkejutnya dia ketika membuka pintu kamar, ia melihat ada sesuatu menyambutnya diatas meja belajar. Boneka idamannya yang ada di toko Pak Udin tersenyum ke Ani.

Ani pun berlari memeluk boneka tersebut. Ia tidak tahu mengapa boneka itu bisa ada di kamarnya sekarang. Ibu pun datang ke kamar Ani dan memberikan selamat karena sudah mendapatkan mainan kesayangannya.

Ani bertanya kepada ibunya, bagaimana boneka tersebut bisa ada di kamarnya. Ibu menjelaskan bahwa ialah yang membeli boneka tersebut dan ia sudah bilang kepada Pak Udin bahwa jangan sampai memberi tahu bahwa ibunya lah yang telah membeli boneka itu. 

Kemudian ibunya menjelaskan bahwa setiap pagi ketika datang ke tokonya Pak Udin, ibunya melihat Ani selalu tersenyum kepada boneka ini setiap hari. Akhirnya ibunya pun memutuskan untuk membelikan boneka itu sebagai hadiah kepada Ani yang selalu rajin belajar dan membantu orang tua serta tidak pernah cengeng.

Ani lalu menangis dan memeluk ibunya sambil mengucapkan terima kasih..

Ayo baca cerita lainnya di link berikut ini :

1. Kumpulan cerita anak-anak


Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner


2 comments: