Friday, August 8, 2014

Cara Membuat Berkendara Motor Menjadi Nyaman dan Menenangkan

Sepeda motor menjadi pilihan masyarakat untuk kesana-kemari. Bodinya yang ramping sangat cocok digunakan menyusuri jalanan besar ataupun kecil, melintasi kemacetan serta sangat mudah dioperasikan.

Terus...
Hemat bahan bakar lagi.



Tak heran, jika sepeda motor menjadi pilihan utama. 
Jika dibandingkan mobil, tentu motor memiliki keunggulan yang membuatnya dilirik banyak orang. Harganya, mobilitas dan kemudahan dioperasikan menjadi faktor yang tidak boleh dilewatkan.


Agar naik motor nyaman dan aman, lakukan ini!!

Naik motor juga ada aturannya lho, tidak asal tarik gas dan meluncur. Mengingat sepeda motor merupakan kendaraan bermesin, ada aturan yang tidak boleh diacuhkan. 
Mesti dipatuhi.

Tujuannya agar kita selamat sampai tujuan dan tidak merugikan orang lain. 

Nah...
Itulah yang diutamakan.

Jalanan bukan milik perseorangan saja, banyak orang yang berhak dan berkepentingan. Karena itulah aturan dibuat agar semua orang nyaman dan aman ketika berkendara.



1. Gunakan helm


Helm digunakan untuk melindungi kepala dan kepala merupakan bagian tubuh yang perlu diberikan perlindungan ekstra. Jika terjadi benturan, helm bisa memberikan perlindungan maksimal sehingga meminimalkan resiko cedera.

Dan jika nekat, melabrak aturan dengan tidak memakai helm, Pak Polisi sudah siap lho.

Nanti ditilang.

Nah, harus bayar denda.
Uang pun keluar dan menjadi pengeluaran ekstra. Jadi gunakan helm agar tidak terkena tilang dan demi keselamatan kita sendiri.



2. Lengkapi dengan SIM dan STNK



STNK (Surat Tanda Kendaraan Bermotor) juga harus dibawa ketika bepergian menggunakan motor. Jika ada razia dan anda tidak membawanya, maka surat tilang pun harus diterima.

SIM juga sama.

Jika salah satu tidak dibawa dan kebetulan mendapat pemeriksaan polisi, pasti kena tilang.

SIM dan STNK tidak bisa dipisahkan. Mereka harus terus dipasangkan agar kita aman dari tilang dan akhirnya membuat berkendara ke tujuan menjadi aman dan nyaman.



3. Spion dua buah


Jangan main-main deh, gunakan sepasang spion, kanan dan kiri.
Kehadiran dua spion memudahkan kita memonitor keadaan di belakang.

Jadi, ketika mau mendahului kendaraan di depan, sudah mendapatkan gambaran jelas akan situasi di belakang. Nah, hasilnya lebih aman ketika mendahului.



4. Pastikan kondisi motor bagus


Ini sangat penting.
Motor sebaiknya diservis berkala atau rutin. 

Olinya diganti ketika batas kilometer sudah dicapai. Jangan biarkan lewatnya jauh, nanti berimbas ke mesin. Oli yang sudah lama pastinya encer dan tidak sanggup memberikan perlindungan maksimal ke mesin.
Komponen di dalamnya cepat aus dan malah menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

Coba ketika mengadakan perjalanan jauh tapi motor tiba-tiba mati karena jarang diservis, bingung kan jadinya.

Selain kondisi mesin, body juga dipelihara. 
Seperti mencuci motor agar kinclong dan mengencangkan baut-baut kendur, sehingga motor tidak berisik pas meluncur. Malu kan kalau motornya ribut??



5. Kecepatan dalam batas wajar


Janganlah memacu kendaraan terlalu cepat apalagi saat kondisi ramai. Paculah dengan kecepatan wajar, sebaiknya santai dan nikmati perjalanan. Yang penting tiba ditempat tujuan dengan selamat. 

Slow ya bro...

Kecepatan sedang memudahkan kita mengontrol motor. Ketika ada kondisi yang mengharuskan mengerem mendadak, motor masih bisa dikontrol dengan aman. Semua selamat.

Kesimpulan

Yang harus diutamakan adalah keselamatan. Tidak hanya keselamatan kita, tapi keselamatan penumpang dan pengendara lainnya. Tertib berlalu lintas membuat berkendara jadi aman dan nyaman.

Serta tidak melupakan kelima hal di atas.

Pakai helm
Bawa SIM dan STNK
Menggunakan dua spion
Rawat motor dengan bagus
Pacu kendaraan dalam batas wajar

Semua pun bahagia.

Baca juga ya :

3 comments

  1. Wahh bagus juga nih mas tips nya :) terutama buat para pelajar hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi mas.. iya, berkendara yang baik biar selamat.. hehe

      Delete
  2. kunjungi juga web kami gan
    http://ramuantradisionalkita.com/

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon