Home » » Tanda Kehadiran Si Buah Hatiku (I Gede Satya Pradnyana)

Tanda Kehadiran Si Buah Hatiku (I Gede Satya Pradnyana)

Saya menikah menikah dengan istri dibulan oktober tahun 2011. Setelah saling mengenal cukup lama lewat masa pacaran, akhirnya tangga kehidupan selanjutnya kami jalani..

Membangun sebuah keluarga..



Ya namanya suami istri, kehadiran si buah hati tentu menjadi dambaan sendiri kan?

Kami pun berharap segera mendapatkan buah hati dan saya ikhlas menerima anugrah indah tersebut dari Tuhan kapanpun...

Sebulan pertama setelah menikah, istri melakukan tes urine karena menstruasi agak terlambat dan hasilnya negatif.

Ada raut ketidakpuasan pada wajahnya dan saya pun segera menghiburnya bahwa itu adalah kehendak Tuhan, kalau sudah waktunya pasti hadir..


Bulan selanjutnya

Dua bulan sesudah menikah, istri merasa haidnya agak terlambat lagi (Periode haidnya setiap bulan selalu maju satu minggu). Di pagi harinya ketika baru bangun tidur, dia langsung melakukan tes urine.

Setelah itu dia langsung memanggil-manggil saya ketika sedang menertibkan sampah yang berkeliaran di halaman.

Saya pun segera menghampirinya, karena dia tidak pernah melakukan hal ini.

Ada yang aneh rasanya..

Saya pun segera menghampiri, dia memegang tangan saya dan langsung diseret ke kamar. Di wajahnya tergambar rasa senang yang tidak terkira.

Senyumnya sumringah sekali..
Ia menunjukkan hasil tes urine, hasilnya positif..

Perasaan mendesir langsung menghampiri jiwa saya.

Bahagia, senang, gembira, ceria membaur jadi satu dan saya langsung ucapkan syukur kepada Tuhan untuk anugrah ini.

Istri kemudian memeluk saya sambil setengah menangis..

Dan untuk lebih pastinya, sore harinya kami langsung menuju bidan terdekat dan mengkonsultasikan keadaan istri.

Bidan pun membenarkan bahwa istri sudah hamil 4 minggu dan kami semakin senang dan rasa syukur terus saya panjatkan. Nah, mulai saat itu setiap bulan saya selalu mengantar istri ke bidan untuk kontrol keadaan kehamilannya.



Diberi sesuatu


Balik beberapa hari sebelum istri mengetahui kehamilannya, ia pernah bertemu dengan seorang yang sudah tua dalam mimpi.

Ia tidak pernah menceritakan ini kepada saya sebelumnya.

Setelah bidan memberi kepastian pada sore itu, dimalam harinya ia menceritakan pengalamannya dalam alam mimpi.
Sosok tersebut tanpa mengucapkan sepatah kata langsung memberikan sebutir telur kepada istri dan itu diterima olehnya.

Kemudian sosok tersebut menghilang..

Istri terbangun dan tetap menyimpan cerita ini sampai dia mengetahui kehamilannya. Apakah ini pertanda yang diberikan Tuhan?

Bisa saja..

Telur bisa diumpakan sebagai awal mula dari suatu kelahiran dan ternyata itu memang terjadi pada istri.

Teman-temannya yang lain pun ada yang mengalami kejadian mirip..

Walaupun bukan menerima telur dan setelah mimpi itu mereka hamil.

Percaya tidak percaya ini memang terjadi dan memang harus disyukuri karena seorang bayi akan segera hadir dan meramaikan suasana keluarga..



Baca juga :



Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner



0 comments:

Post a Comment