Home » , » Helmku hilang…..

Helmku hilang…..


Tinggal di kota industri nan sibuk sungguh sangat membutuhkan liburan untuk sekedar meredakan penat.

Jalan-jalanlah yang menjadi alternatif.

Karena mencari tempat yang mempunyai pemandangan hijau sangat sulit dan jauh, maka jalan ke mal lah yang menjadi pilihan.

Selain dekat dan bisa makan enak, seliweran cewek cantik menjadi pengganti pemandangan hijau yang tidak boleh dilewatkan.


Baca juga :



Akhirnya sayapun tiba di mall
Sampai di mal :

  • Motor diparkir dan helm diletakkan di kaca spion motor. 
  • Langsung ngacir masuk ke dalam mal. 
  • Melihat-lihat buku, baju dan tak boleh dilupakan cewek-cewek seksi nan cantik, hehehe..
  • Ya, dimalpun bisa melihat bermacam hal. 


Perut lapar :,

  • Jadi memutuskan untuk beli makanan dulu. 
  • Saya membeli ayam goreng saja, 
  • Ga melirik makanan mahal, boros duit, hahahaha……

Makan sudah, perut dah penuh dan mata pun sudah jenuh melihat pemandangan terbatas yang di batasi tembok mal, pulang saja dah….

Keluar dari mal, mata langsung mencari lokasi motor.
Motor saya bisa dilihat dari jauh dan juga motor saya merupakan keluaran tahun jaman dulu.
Mudah melihatnya, mengingat hampir semua motor yang parkir adalah keluaran terbaru.
Lho, ada yang aneh..
Motor sudah terlihat, tetapi ada yang aneh.

Helmnya kemana?

Sebelumnya helm yang saya taruh di kaca spion sebelum masuk mal bisa saya lihat dari jauh, dan sekarang saya tidak melihatnya.

Saya diam sebentar. Helm itu dibeli dengan uang yang lumayan, dan modelnya sangat saya sukai. Masih tetap bengong, mengamati apa yang terjadi. 


  • Siapa yang mengambil helmku? 
  • Ga tau apa dia helm itu mahal? 
  • Ga tau apa dia mencari uang untuk membeli helm itu susah? 
  • Dan banyak lagi ga tau yang lain.

Akhirnya, daripada menggerutu terus saya berfikir untuk merelakan helm itu hilang.
Ya sudahlah, mungkin helmku sudah bosan mengabdi denganku jadi dia mengijinkan orang lain untuk mengambilnya dan menjadi tuannya yang baru.

Aku rela kamu pergi helm….
Ada surat cinta
Setelah hati merasa tenang karena sudah merelakan helm itu hilang, saya berjalan santai dan tanpa beban mendekati motor.

Beberapa meter dari motor saya melihat kertas tertempel di speedometer.

Wah, kertas ini pasti ditempel oleh yang mengambil helmku, pasti isinya bahwa dia telah mengambilnya “ mas, helmnya saya ambil ya. Mas kan bisa beli lagi yang baru, peace...”. 

Andai seperti itu yang tertulis saya tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. 

Dengan perasaan tak karuan, mendekat ke motor dan melihat kertas tersebut.

Didalamnya tertulis “ Helm anda bisa diambil di penitipan helm “. 

Hah.. saya kira helm saya dicuri, ternyata diambil sama mas di penitipan helm.

Katanya “biar ga hilang, jadi saya amankan disini”.

Kemudian saya membayar seribu rupiah untuk menitipkan helm tanpa seijin saya, hehehehehehehe…………….




Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner



0 comments:

Post a Comment