Monday, June 24, 2019

Perlukah Membeli Smartphone Mahal di Atas 7 Jutaan, Bahkan Belasan Juta?

Smartphone premium memang menawarkan fitur berjibun, dan harganya pun tak kalah bikin dompet meriang..

Perlu dana gede..


Memang..
Smartphone premium menawarkan sesuatu yang berbeda..

Baik itu dari segi desain, kelengkapan dan juga teknologi terbaru yang pastinya menggoda mereka yang berkocek tebal..



Perlu apa tidak sih?

Dibilang perlu ya perlu, dibilang tidak yang tidak. Ini tergantung dari setiap orang, apakah ingin membelinya atau tidak.
Dananya ada atau tidak??


Bagi yang berdompet tebal

Ganti smartphone setiap tahun atau 6 bulan sekali, tidak masalah bagi mereka. Harganya yang belasan juta mungkin terasa seperti membeli sebungkus camilan..
Wow..

Ya..
Uangnya sudah tumpah-tumpah..

Mungkin dalam sebulan penghasilannya  50 juta atau 100 juta.. Jadi membeli hape yang cuma belasan juta tidak masalah dong..
Kecil itu..

Merekapun bisa merasakan fitur-fitur berkelas dari gadget terbaru ini..

Misalnya merasakan bidikan kamera dengan kemampuan super keren dan hasilnya yang bikin melongo.

Yap..
Kecanggihan kamera adalah daya tawar utama hape premium.

Jepretan yang dihasilkan memiliki kualitas jempolan yang ketika di upload ke media sosial bikin temannya kagum..
Detailnya dapat..

Kok penulisnya tahu?

Kan sering lihat review hape mahal..
Wkwkwkwk...

Mumpung belum bisa beli yang beginian, cara alternatifnya ya melihat review dari gadgeter yang bernaung di youtube.
Hasil kameranya itu lho bikin hati berdesir..

Keren sekali..

Nah..
Mereka yang mempunyai dana melimpah, pastinya bisa merasakan teknologi paling segar yang dibenamkan pada hape mahal.

Enak ga?
Enak banget lah..


Bagi yang berdompet tipis

Ga usah keburu nafsu..
Sabar..

Coba deh amati kebiasaan hape, baik itu yang mahal ataupun murah. Semakin lama harganya tambah melorot.

Jika sekarang berlabel belasan juta, setahun atau dua tahun lagi pasti merosot.
Tapi bagi yang dompetnya tipis, harganya tetap saja mahal..

Masih diatas 7 jutaan..

Jika masih mau menunggu sampai harganya benar-benar terjun ke level tercuram, boleh sih.. Tapi bakalan lama..
Itupun kalau masih ada yang baru..




Ada alternatif..
Pilih yang lebih murah saja..

Yang dua atau tiga jutaan..
Itu fiturnya sudah bagus lho.

Jika dipakai untuk keperluan normal, sudah cukup.

Apalagi sekarang banyak pabrikan hape menawarkan spek gila dengan harga murah. Ini bisa dijadikan pilihan.
Harganya 2 jutaan saja.

Bidikan kamera yang dihasilkan juga tidak kalah bagus kok. Jadi jangan minder karena belum memegang hape mahal.
Itu tidak perlu..


Sesuai kebutuhan

Tidak semua mereka yang berduit membeli hape mahal. Contohnya teman saya.. Penghasilannya sebulan itu cukup untuk membeli motor baru dengan kualitas jempolan.

Tapi..
Hape-nya harga murah..

Setelah ditanya kenapa tidak pakai yang mahal, jawabannya :
  • Hape ini baterainya gede
  • Kameranya bagus
  • Lancar dipakai
  • Harganya tidak drop banyak

Itulah alasan yang dilontarkannya. Dia membeli hape bukan untuk gaya-gayaan.
Uang mending ditabung katanya.




Terus..
Ada juga nih teman yang rela beli hape mahal dengan berhutang..

Waduh..
Terlalu maksa..

Sangat tidak disarankan ya..

Jika budget memang seret, ga usah dipaksaian untuk membeli yang mahal apalagi sampai meminjam uang..

Padahal, ada lho hape yang jauh lebih murah, dengan hasil jepretan kamera yang lebih keren, baterai lebih bugar dan desain yang tidak kalah menarik.
Nah lho..

Apa ga sayang uangnya??


Kesimpulan

Mau beli yang belasan juta ataupun diatas 20 juta, tidak masalah kok.. Yang penting uangnya sudah cukup bahkan lebih..
Dan pastinya tidak berhutang..

Harus disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan.

Jika memang mampu membeli hape mahal setiap bulan karena hanya menggores rekening secuil, oke oke saja..
That's fine..

Tapi jika sampai meminjam uang untuk gaya-gayaan, ini yang mesti dihindari.

Masih ada pilihan murah dan menarik..
Bahkan dengan harga dibawah 2 juta..

Persaingan hape sangat sengit, banyak produsen bertarung dengan melempar harga murah tapi speknya dewa..
Ini yang harus dimanfaatkan konsumen.

Cobalah cek dan cek lagi..

Caranya dengan menonton review di youtube tentang kualitas hape yang mau dibeli atau membaca reviewnya secara online..
Hape terbaik bisa diperoleh..


Baca juga :

Thursday, June 20, 2019

Faktor Yang Membuat Isi Tabung Gas Cepat Habis

Yang jelas, jika sering dipakai, pastinya isi tabung terkuras cepat dan harus segera digantikan dengan yang baru.

Memasakpun tidak tersendat lama..


Ibu-ibu pastinya geram, ditengah keasyikan beraksi mengaduk bahan makanan di penggorengan, eh gasnya malah lenyap.
Kan ribet..

Ada baiknya punya dua tabung..
Yang satu sebagai cadangan, sehingga ketika tabung yang dipakai sudah loyo, cadangan ini sudah siap.

Jadi, tidak perlu kabur ke warung dan membeli yang baru.
Iya kalau stoknya masih ada..

Jika tidak..
Tambah runyam deh..


Faktor yang mempengaruhi

Yap..
Isi tabung cepat habis jika kompor terlalu sering sibuk. Nah, itulah yang akan dibahas disini. Mengapa kompor sering sibuk dan akhirnya menguras gas dalam waktu singkat.


Banyak orang di rumah

Banyak orang berarti banyak perut yang mesti dilayani. Makanan yang disajikan selalu dalam porsi besar.

Kemudian, porsi besar ini memerlukan waktu lama untuk mengolahnya.

Waktu lama berarti api mesti menyala lebih panjang dan pastinya menyedot gas lebih banyak dan banyak lagi.
Alhasil isinya cepat kosong.

Itu baru makanan pokok..

Belum jika mereka ingin membuat minuman, membuat kue dan ini itu. Semakin lekaslah tabung kehilangan gasnya.

Jika orangnya sedikit, makanan yang diolah pun sedikit dan bisa diselesaikan dalam waktu cepat. Sehingga gas yang terpakai juga sedikit.


Hobi memasak

Setiap melihat bahan makanan nganggur, tangannya gatal ingin meraciknya menjadi sajian yang enak dan menggoda.
Mungkin itulah yang dirasakan oleh mereka yang hobi memasak.

Selalu saja ada yang dikerjakan di dapur.

Semakin sibuk kompor, semakin ngeri pemakaian energinya. Isi tabung dipastikan tidak bertahan lama..

Yang penting makanannya tidak sering terbuang.
Sayang kan sama bahan-bahannya dan juga gas yang sudah dipakai.

Memasak sesuai kebutuhan sangatlah penting. Kita bisa menghemat uang untuk membeli bahan masakan dan gas.


Jualan makanan

Bagi yang punya usaha jualan makanan ringan, misalnya kue atau camilan, penggunaan kompor pastinya sangat intens.
Sering banget.

Bisa saja sehari menghabiskan satu tabung gas 12 kg.

Kalau untuk bisnis sih tidak masalah.

Gas tersebut dihabiskan untuk mendatangkan pemasukan dan bahkan keuntungan. Jadi menghabiskan 12 kg sehari tidak masalah..

Banyak lho ibu-ibu atau bahkan anak muda yang membuat usaha seperti ini di rumahnya. Mereka memasarkannya lewat online atau dari mulut ke mulut.

Dengan bantuan internet, pemasaran ke wilayah yang lebih luas menjadi mudah, murah dan cepat.


Sering kedatangan tamu

Setiap hari selalu saja ada tamu yang mampir. Entah sekedar bercakap-cakap ria ataupun urusan yang lebih serius.

Mau tak mau harus dibuatkan hidangan dong..

Minimal teh atau kopi.

Jika ingin membuat minuman ini, airnya harus panas. Jadi, komporlah yang disibukkan lagi. Sengatan apinya membuat air bergejolak mendidih dalam waktu cepat.

Sering membuat minuman, cepatlah tabung kehilangan nafasnya.

Bibi saya mengalami hal ini.

Suaminya mempunyai kenalan yang sangat banyak. Setiap hari cangkir-cangkir yang ada didapurnya selalu bekerja menampung kopi.
Tamunya selalu padat.

Waduh..
Kasihan juga si bibi.. :)


Udara dingin

Nah lho..
Apa hubungan udara dingin dengan isi tabung?

Ketika bangun di pagi hari, tiba-tiba udara dingin membekap tubuh. Mau mandi air biasa ga kuat, jadilah membuat air panas.

Air panas ini dicampur dengan air biasa sehingga suhunya hangat dan enak dipakai mandi.

Buat air hangatnya dimana?
Di kompor lah..

Jika udara sedang dingin-dinginnya, bisa saja setiap hari mandi air hangat. Itu baru satu orang, kalau ada empat orang di rumah gimana??

Bisa dipastikan jika tabung akan cepat habis isinya.


Sudah terbiasa menggunakan tabung gas

Kompor gas sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Baik yang di desa maupun di kota.

Kayu bakar juga sudah mulai susah diperoleh.
Gaslah yang dijadikan andalan.

Mengapa menjadi primadona?
  • Gas gampang dibeli di warung
  • Mudah dipakai dan tidak ribet.

Bandingkan jika masih menggunakan kompor minyak tanah, kita harus menggunakan korek agar sumbunya menyala.
Kayu bakar juga sama, mesti dipancing dengan korek dulu.

Kalau kompor gas tidak perlu.

Putar saja tombolnya dan api langsung menyala. Praktis dan efisien.

Yang penting hati-hati. Jika tabungnya ada bocor, jangan dipakai. Langsung ditukar ke tempat membeli.
Dan gunakan peralatan yang sudah berstandar SNI.


Baca juga :

Thursday, June 13, 2019

2 Media Transfer Data Dari Komputer ke Gadget

Teknologi bergejolak dan berkembang dengan cepat. Setiap hari kita dicekoki dengan perangkat baru yang menyimpan kemampuan luar biasa.

Contohlah smartphone atau komputer..


Kedua gadget ini sangat membantu kita dalam berkomunikasi dan menyelam di dunia maya yang tidak ada batasnya.
Apalagi kalau bukan internet.



Transfer data

Data itu banyak jenisnya dan sering kita ingin memindahkannya dari smartphone ke komputer atau sebaliknya.

Berarti perlu alat tambahan dong??

Yap..
Betul sekali..

Dibawah ini ada dua media yang bisa digunakan untuk transfer data, yaitu :

1. Bluetooth

Smartphone dan laptop sudah dibenamkan fitur ini. Pemindahan data menjadi lebih mudah dan dilakukan tanpa melibatkan kabel.
Atau dikenal dengan "nirkabel".


bluetooth
Bluetooth


Langkahnya :
  • Sambungkan kedua perangkat
  • Pilih data yang ingin dikirim
  • Dan selesai..

Untuk data berukuran raksasa, bluetooth memiliki kelemahan.
Proses transfernya masih agak lambat. Tapi sekarang sudah muncul teknologi terbaru yang memungkinkan data diangkut dengan cepat ke perangkat lain.



2. Kabel data

Ketika membeli smartphone baru, kita secara langsung sudah mendapatkan kabel data. Kabel ini juga berfungsi sebagai kabel charger.

Jadi jika ingin menggunakannya untuk bertukar data, tinggal cabut kabelnya dari charger, sambungkan ke komputer dan smartphone.

Untuk android penggunaannya sangat mudah.

Ketika kabel sudah menghubungkan kedua perangkat, akan muncul notifikasi apakah kita ingin melakukan transfer data.
Jika ya, lanjutkan.


Cocok untuk data berukuran jumbo


Data yang berukuran gede sangat cepat dipindahkan dengan metode ini.
Jadi saya sangat mengandalkannya ketika mengangkut file seperti film dari smartphone ke komputer atau sebaliknya.

Prosesnya jauh lebih cepat.

Kekurangan cara ini palingan hanya menggunakan kabel dan terlihat lebih ribet sedikit. Tapi sangat efisien untuk memindahkan data.


Dengan aplikasi

Sekarang sudah tersedia aplikasi untuk saling share file atau data. Contohlah "share it".
Tapi saya menemukan satu kelemahan.

Aplikasi seperti ini bekerja layaknya bluetooth, tapi memerlukan koneksi internet. Jika internet lagi ngambek, transfer data tidak bisa dilakukan.

Dan..
Masih ada satu lagi kelemahannya.

Prosesnya masih lambat untuk pemindahan file besar.

Sepertinya saya masih jatuh cinta dengan kabel USB atau kabel data. Mengingat kemampuannya untuk mengirim data sangat cepat dan tidak membuang waktu terlalu lama.

Nah, kalau anda mau coba yang mana??


Baca juga :