Home » » Bukti Nyata : Tidak Konsisten Membuat Untung di Depan Mata Buyar

Bukti Nyata : Tidak Konsisten Membuat Untung di Depan Mata Buyar

Ada cerita menarik di rumah yang sayang kalau tidak saya bagikan kepada para pembaca di rumah.
Sangat menarik..

Kok bisa?



Ok, saya lanjutkan lagi..

Cerita awal

Waktu itu bapak saya berniat untuk membongkar rumah yang banyak bagiannya sudah lapuk dan dikoyak rayap.

Mau ga mau memang harus dibongkar!!

Singkat cerita..

Dipilihlah beberapa orang yang memang jago dalam urusan mempreteli dan membongkar rumah.
Deal..!!

Harga yang disepakati 3,5 juta rupiah sampai bersih.



Mulai bekerja

Dua hari pertama proses pembongkaran berjalan lancar tanpa hambatan. Bagian-bagian rumah satu demi satu tumbang ditangan linggis dan palu.

Nah, dihari berikutnya cerita lain..

Orang-orang ini tidak menampakkan batang hidungnya dan tidak ada laporan kepada sang bos, bapak saya...😁

Sampai seminggu rumah saya dibiarkan terbengkalai dan hanya dibongkar setengahnya saja.
Apakah bapak saya marah?

Tentu saja tidak, bapak saya hanya murka saja kok..😆😆

Dicarilah orang-orang tak bertanggung jawab ini dan dimintai keterangan perihal mangkirnya dari tugas.

Alasannya banyak dan muter-muter..

Ribet dengarnya..

Akhirnya deal kedua terjadi lagi, mereka bersedia kembali menggarap rumah tersebut sampai bersih.
Tapi ada syarat..

Rencana awal rumah yang diborongkan dengan harga 3,5 juta berubah, mereka minta harian saja katanya.

Ternyata mereka tidak sanggup dengan nilai kontrak yang kecil dengan volume pekerjaan, yang bagi mereka banyak.

Jalan tengah mereka ambil biar tidak rugi, yaitu diupah harian saja.

Ok, bapak tidak masalah. Yang penting rumah kelar dan beres.


Kerja lanjutan

Esok harinya, rumah yang sudah teronggok seminggu kembali mendapat hantaman linggis dan palu.
Kali ini dengan bala bantuan yang lebih banyak.

Mengingat pekerjaan sudah berubah dari borongan ke harian, bapakpun menambah tenaga dari kenalan yang memang bekerja seperti ini.

Cuma perlu 3 hari saja..

Rumah langsung bersih dan pembongkaran selesai.


Ini yang menarik

Bapak hanya perlu mengeluarkan uang tambahan sebesar 1,5 juta rupiah untuk 3 hari pekerjaan, itu sudah termasuk beberapa pekerja awal dan pekerja tambahan.

Dan sebelumnya..

Ketika pekerjaan masih diborongkan, bapak sudah membayar kepada orang yang bersangkutan sebesar 1 juta rupiah...

Nah lho..

Bapak saya untung jadinya 1 juta karena tidak jadi mengeluarkan uang 3,5 juta.
Total uang yang harus dibayarkan sebesar 2,5 juta.

Syukurlah..


Akibat tidak konsisten dan tidak niat

Saya yakin, pemborong ini pasti merasa bodoh dengan tindakannya yang menelantarkan pekerjaan seperti itu.

Dari cerita diatas, sudah tergambar sedikit alasan mengapa ia enggan melanjutkan pekerjaannya.

Karena merasa bebannya terlalu berat.

Pikiran negatif berkecamuk dihatinya dan mengira ia akan rugi dengan nilai kontrak 3,5 juta.
Akibatnya ia mangkir dari tugasnya dan kena semprotan "komplain" dari bapak.

Tidak konsisten membuatnya ragu dan semakin membuatnya rugi.

Coba saja ia mau melanjutkan pekerjaan dengan baik dan melaksanakan apa yang menjadi kesepakatan, untung 1 juta pasti sudah tidur manis dalam dompetnya.

Pastinya rasa sesal dan malu terus menggelayut dalam hatinya...
Cek cek cek..


Baca juga :



Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner



2 comments:

  1. Berarti emang rezekinya cuma 2,5 juta aja mas, coba kalau diterima, pasti mereka dapat 3,5 juta kan. Makanya sekecil apapun rezeki mah harus tetap disyukuri ya mas Eka. BTW rumahnya udah keren dong, habis direnovasi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas betul itu..
      wah, masih lama mas, belum beres..
      perlu uang banyak lagi biar lebih bagus rumahnya..

      cuma bongkar saja kemarin.

      Delete