Home » » Inikah Rahasia Makan? Rasa Kenyang datang Agak Terlambat

Inikah Rahasia Makan? Rasa Kenyang datang Agak Terlambat

Rasa lapar yang bergejolak dalam perut memang harus segera ditenangkan, dan jurus utama nan ampuh untuk meredakannya adalah makan.

Terkadang kita tanpa pikir panjang langsung menyerobot kalap sepiring hidangan, bahkan bisa nambah sampai dua porsi.


Setelah perut tidak mampu lagi menampung makanan yang masuk, kita berhenti dan beristirahat sebentar.

Tak lama setelahnya, kok perut terasa semakin kenyang ya?
Ternyata  makannya berlebihan..

Aduh, tidak nyaman jadinya jika rasa penuh ini bertumpuk.. Pernah merasakan seperti itu tidak?


Secukupnya saja

Inilah yang saya alami, ketika perut lapar tanpa sadar langsung melahap dua porsi hidangan yang sudah disiapkan. Hasilnya malah terlalu kenyang dan sensasi kurang nyaman langsung menjalar pada tubuh.

Ketika makan perut sudah penuh, sebentar kemudian rasa penuh datang lagi. Penuhnya berlapis-lapis ..

Menyesal juga sih..

Kemudian di lain hari, walaupun rasa lapar sudah berteriak kencang, saya memakan secukupnya. 80% dari porsi satu piring.

Mencoba tidak terburu-buru..

Saya nikmati hidangan yang ada dengan santai sambil merasakan nikmatnya makanan yang mengalir dalam tubuh.

Mmmmmm...
Nyaman sekali..

Entah mengapa saya merasa sangat bahagia dengan cara makan seperti ini..

Beberapa menit kemudian, hidangan dipiring sudah lenyap dan terkirim semua ke dalam perut. Piring saya cuci dan memutuskan untuk tidak menambah..

Uniknya..
...setelah saya istirahat selama 10 menit, rasa kenyang mulai menyebar dalam tubuh dan rasanya sangat menyenangkan.

Kenyangnya tidak berlebihan dan sayapun puas.

Tidak lebih tidak kurang, seperti itulah rasa kenyang yang hadir. Tidak seperti makan berlebihan diatas, makan sampai benar-benar full dan beberapa saat kemudian malah semakin kenyang. Perut tidak nyaman.

Berbekal pengalaman inilah saya mencoba untuk makan tidak meloncati batas normal, saya sudah tahu seberapa porsi yang tepat untuk perut.

Mengingat rasa kenyang yang hadir agak terlambat, saya tidak menggempur perut dengan makan dan makan sampai terasa penuh.

Mengapa?
  • Ketika makan sekenyang-kenyangnya, beberapa saat kemudian rasa kenyang semakin bertambah.
  • Inilah mengapa saya katakan rasa kenyang datang agak terlambat.
Cukup dengan melahap 70-80% sepiring hidangan, saya bersabar sebentar, kemudian rasa kenyang langsung hadir.

Tidak ada yang berlebihan, rasanya pas banget di perut.

Mungkin ini cocok bagi mereka yang diet.

Dengan mengetahui seberapa porsi yang diperlukan tubuh, makanan berlebih bisa dicegat dan kenyang berlebihan bisa dihindari.

Kesimpulan

Berbekal pengalaman diatas, sayapun bisa mengontrol nafsu yang meledak-ledak ketika perut sudah meraung minta makan.

Saya makan secukupnya dan berhenti..

Rasa kenyang yang pas bisa diperoleh, aktivitas bisa dikebut lagi dengan nyaman tanpa gangguan dari perut yang kesusahan "bernafas" akibat terlalu penuh.


Makan secukupnya memberi kita keuntungan seperti :
  • Menghindari rasa tidak nyaman akibat perut yang kelebihan beban
  • Menghindari tumpukan lemak karena persediaan yang berlebih
  • Hemat uang jajan
  • Aktivitas tidak diganggu oleh rasa tidak nyaman akibat terlalu kenyang.


Ngomong-ngomong hemat uang jajan, ini betul kan?

Ketika kita makan dua porsi bukankah harga yang dibayarkan dobel? Uang jajan pun terkuras dengan cepat jika pola makan seperti ini.

Belum lagi ditambah makanan pelengkap seperti kerupuk, gorengan, bisa dipastikan uang bulanan cepat ludes.

Jadi, dengan mengetahui rasa kenyang yang muncul agak terlambat, kita bisa mendapatkan beberapa keuntungan seperti diatas.

Yang penting secukupnya, cukup untuk membuat perut kenyang, anda sendiri yang tahu seberapa kebutuhan asupan makanan bagi tubuh.

Jangan terlalu pelit, sampai diirit sedikit-sedikitnya ketika makan, tubuh malah kekurangan asupan dan energinya berkurang.

Sekali lagi secukupnya untuk perut..

Semoga bermanfaat..


Baca juga :





Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner



0 comments:

Post a Comment