Home » » Bagaimana Menjaga Sikap Terhadap Cewek yang Sudah Menolak Cinta Anda?

Bagaimana Menjaga Sikap Terhadap Cewek yang Sudah Menolak Cinta Anda?

"Maaf, aku tidak mau pacaran dulu. Mau fokus belajar, sori ya!!"

Jegerrrrr...
Pernyataan pujaan hati yang demikian, memang sanggup membuat hati longsor dan perasaan galau tak karu-karuan..


Harapan untuk mempunyai gandengan dan peneman jiwa sirna, musnah. Orang yang diharapkan untuk mengobati rasa sepi tidak bersedia..

Dan memang seperti itulah cerita cinta, kadang mendapatkan rasa bahagia walau tak sering ditimpa duka..

Harus sabar..

Menjaga hubungan

Ketika cinta sudah ditolak, jangan langsung memutuskan tali pertemanan begitu saja. Memang rasanya janggal dan kurang klop lagi kalau bertemu, tapi jangan terbawa suasana terlalu lama. Kita harus "move on".

Siapa tahu, kita malah bisa menjadi sahabat atau bahkan si dia mulai merasakan cinta bertumbuh dalam hatinya kepada kita..

Ini yang cakep..


1. Tetap menyapa

Ketika bertemu dengan doi dimanapun, cobalah untuk melempar sapaan ringan nan renyah.

"Hai.. Mau kemana ni?"
"Hai, mau ke toko buku di ujung jalan", sahut doi.
"Eh, toko bukunya tutup lho. Aku baru dari sana. Tapi toko buku yang ada di dekat pasar buka, tadi aku kesana".
"Oh, makasi ya"
"Ok, sama-sama"..

Sudah, cukupkan segitu saja percakapannya. Jangan mencoba untuk menahannya lebih lama lagi, karena doi bisa merasa ga nyaman.

Pada percakapan diatas, kita sudah berhasil memberikan kesan baik.

Kok bisa? Karena kita memberikan bantuan kecil dengan informasi bahwa toko buku yang ia cari sedang tutup, jadi ia tidak perlu kesana lagi. Sehingga tidak rugi.

Malah kita memberikan saran toko yang lain..
Ini cuakep banget lho..

Kesan baik dimata doi tentang kita sudah mulai ada. Ia mungkin merasa salah menilai, sehingga letupan kecil rasa bersalah dalam hatinya mulai muncul..

Cieee....😍😍


2. Bantu seperlunya

"Sini, aku bantu"
"Ga usah, aku bisa kok!!", jawab doi
"Sudah, tidak apa-apa. Mana mungkin kamu bisa membawanya sekalian, kamu bawa buku-bukunya dan aku yang bawain kardus besar ini"

Ketika ditempat yang dituju...

"Oke, ini dia. Aku pergi dulu ya"
"Iya, makasi lho".
"Sama-sama"..

Sekali lagi jangan berlama-lama dengan si doi. Kalau sudah selesai membantu, langsung saja pergi. Tujuannya untuk membuat dia merasa kalau kita itu memang berniat membantu dan tidak mencoba mencari perhatian.


3. Tidak mengganggunya dengan berondongan pesan

Cewek kalau sudah menolak, itu artinya dia belum menaruh rasa suka. Jadi kita jangan terus membombardirnya dengan pesan di chat.

Sebaiknya kita menghilang saja sementara waktu.

Lagian kalau kita mengirim pesan, doi pastinya malas membalasnya. Jadi jangan buang-buang energi yang malah semakin mengobarkan rasa kesalnya kepada kita.


4. Terus berprestasi

Jika misalnya kita masih kuliah, belajarlah dengan baik, jangan malah semangatnya terjun bebas. Tunjukkan prestasi kita ke doi..

Misalnya kita berhasil mendapatkan IP hampir menyerempet 4, dan ternyata doi mendengar hembusan kabar ini dari temannya, ia bisa merasa  bahagia juga lho.

"Wah, si dia pintar juga ya", begitulah pikirnya.

Asalkan jangan kita yang menyombongkan diri, itu malah membuatnya hilang gairah dengan kita. Hindari..

Tetap rendah hati dan terus belajar, karena itulah tujuan bagi kita yang masih kuliah. Betul tidak?

Kemudian, kebetulan kita melihat doi lagi sibuk mengerjakan sesuatu. Ia sedang kacau mengerjakan tugas matematika dari kampus.

Kita bisa menghampirinya dan menanyakan apa yang bisa dibantu..

"Hai, sibuk banget"
"Eh, iya.. Lagi pusing dengan soal integral ini"
"Oh, kamu dapat materi ini juga ya? Kebetulan aku juga dapat di semester sekarang"
"Iya, susah sekali. Mana besok harus dikumpul"
"Oh, model soal yang ini. Coba kerjakan dengan cara ini".

Kitapun ikut sibuk sebentar mengerjakan tugas yang diperoleh doi dan dengan cepat sudah selesai.

"Lho, kok mudah ya?", kata doi
"Ini cara yang aku sukai, lebih simpel".
"Makasi ya", sahut doi..
"Sama-sama".

Tujuannya adalah menanamkan citra baik diri kita di hati doi. Setelah itu, kita bisa langsung meninggalkannya agar dia merasa tidak terganggu.


Kesimpulan

Intinya, kita jangan sering mengganggu doi dan mencoba untuk mengulur waktunya. Ini hanya menambah rasa kesalnya saja. Yang perlu dilakukan adalah berusaha membantunya sesingkat dan se-mengena-nya.

Mengena apa?

Kita bisa menggoreskan kesan baik dalam hatinya, tanpa ada tujuan untuk cari muka dan sebagainya. Ini bisa menjadi bibit cinta lho..😁

Tolakan cinta yang kita terima harus disambut dengan lapang dada dan tidak terlalu lama larut dalam kegalauan dan kegusaran.

Masih banyak yang mesti dilakukan.. Sekalian kita bisa menawarkan bantuan-bantuan kecil kepadanya, tapi jangan dibuat-buat atau dicari-cari ya.

Ketika pas bertemu dengannya dan ia sedang kesusahan, inilah saat yang pas untuk beraksi. Tapi kalau doi tidak membutuhkan bantuan dan kita memaksa, ini yang menjadi masalah.

Semakin sering kita membantunya tanpa direncanakan, semakin sering ia menumbuhkan rasa kagum kepada kita. Bukan tidak mungkin rasa kagum ini pelan-pelan berubah menjadi rasa sayang yang membuatnya kangen sama kita...😜

"Hai, sini biar aku yang tuntunkan motornya"
"Ga, aku bisa kok", jawab doi.
"Iya, aku tahu kamu bisa. Tapi tukang tambal ban masih 1 kilo jauhnya dari sini, kamu tahu tempatnya dimana?"

Doi geleng tanpa harapan.

"Nih kamu yang naik motorku, tunggu di depan gedung besar itu. Cuacanya panas sekali, aku yang tuntun motormu kesana"
"Tapi..."
"Sudah, sana naik motorku".

Kitapun menuntun motor doi dan segera menuju gedung besar itu.

"Nah, jauh kan? Tempat tambal ban-nya dibelakang gedung ini. Sekarang kamu ikut sambil naik motorku".

Akhirnya motor pun ditambal oleh ahlinya..

"Ini minum dulu, haus kan?"
Kita menyodorkan es buah yang dibeli dari dagang disebelah tempat tambal ban.

"Eh.. Makasi banyak ya", sahut doi dengan muka merona.. 💘💘

"Nah, motormu sudah beres. Aku duluan ya, hati-hati di jalan"
"Eh tunggu, makasi banyak, kamu sudah sering bantu aku", kata doi.
"Sudah, santai saja.."
"Kamu mau nemenin aku nanti malam tidak?"
"Waduh, sori aku sibuk.. "
"Oh, gitu ya", jawab doi dengan lunglai..

"Aku sibuk mikiran baju apa yang akan dipakai nanti"..
"Kamu ada-ada saja. Beneran bisa ga?", pinta doi penuh harap..
"Bisa dong.. Aku siap menemani"...

Nah, bisa saja kan ceritanya seperti itu..

Yang penting kita tidak memaksakan  diri untuk selalu mengejar dan mencari doi setelah ditolak, itu malah membangkitkan rasa amarah dan geramnya.

Tapi dengan berusaha menjauh sebentar dan membantu seperlunya, malahan bisa membuat doi sadar kalau kita itu orang yang baik..

Siapa tahu doi yang semakin gencar ngajakin jalan dan akhirnya ia menunjukkan rasa cintanya yang luar biasa...

Asyiikkkk....


Baca juga :



Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner



2 comments:

  1. terkadang ekspetasi dan realita, tidak seindah cerita mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas..
      tapi kalau memang tidak jodoh ya gimana lagi..
      hehehe..

      Delete