Home » » Soto Enak Inipun Dimakan Dengan Terpaksa

Soto Enak Inipun Dimakan Dengan Terpaksa

Soto
Soto

Wajahnya menunjukkan kebimbangan yang sangat besar. Ia menatap semangkuk soto hangat yang tersaji di depannya dengan tatapan kosong. Lama sekali sebelum akhirnya ia menenggelamkan sendoknya ke soto yang nikmat ini.

Saya hanya tertawa dalam hati melihat tingkah teman yang satu ini. Tak lupa saya goda dia untuk segera menyeruput sotonya agar tidak keburu dingin.

Sebenarnya ia tidak sedang mengalami masalah kesehatan. Ia bugar dan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kalau sedang ada masalah berarti padanya.

#Awalnya begini

Waktu itu ibu kos  berbaik hati memberikan dua mangkuk soto panas berasap kepada kami. Waktu itu kami sedang kuliah dirantau dan kebetulan saya satu kos dengan teman yang satu ini.

Bagi saya soto itu adalah anugrah yang luar biasa. Mengingat saya hanya makan tahu tempe setiap hari karena bekal bulanan yang cekak. Tak terkecuali dengan teman saya ini.

Begitu soto diantar kepada kami, hati sudah tidak sabar ingin segera menyerbunya. Sendokpun sudah langsung dihujamkan ke dalam soto enak ini. Mmmmmmm... mantap dan enak. Jarang ada makanan berasa daging yang hinggap si mulut semasa kuliah.

Teman sayapun hendak melakukan yang sama seperti apa yang saya lakukan. Begitu sendoknya sudah semakin mendekati permukaan soto, tiba-tiba hadir sesuatu yang membuatnya menghentikan tangannya. Ia hanya memandang tamu itu dan sendoknya masih tetap mengambang di permukaan sup.

Saya masih asyik menyeruput soto maknyos ini dan kemudian tersadar ada yang aneh dengan teman saya disamping. Saya perhatikan mengapa dia yang tadinya bersemangat untuk makan tiba-tiba menunjukkan muka masam dan kecewa.

Akhirnya saya tahu apa yang menjadi penyebab kekecewaannya. Sayapun hanya tersenyum melihat kejadian ini. Dengan jahil saya mengatakan bahwa dia sangat beruntung mendapatkan hadiah yang ada dimakanannya. Wajahnya menjadi semakin masam.

Ia tidak rela makanan enak yang datangnya jarang ini harus dilepaskan begitu saja. Sayapun menyemangati untuk segera melahap soto muantap itu.

Entah terbujuk oleh rayuan saya atau eman makanan ini tidak mampir keperutnya, ia melakukan sesuatu yang tidak saya duga. Ternyata ia memakan soto ini walaupun wajahnya terlihat terpaksa dan merasa tidak nyaman.

Sebelum memakannya, ia mengambil lalat itu dengan sendoknya untuk dibuang. Kemudian iapun mencedok soto ayam yang nikmat ini.

Hiiii... teman saya ini ternyata memakan soto yang sudah merebus lalat yang berkunjung tadi. Dan dia hanya memakan beberapa sendok saja sampai akhirnya memutuskan untuk berhenti melakukan tindakan yang akan membuat perutnya semakin mual..

Oh temanku...!!!!! Betapa kasihan dirimu. Maunya aku memberikan beberapa sendok sotoku padamu, tapi sayang sudah aku habiskan sebelum kau membuang lalat itu dari mangkokmu.



Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner


0 comments:

Post a Comment