Home » » Mau Pintar? Bermainlah

Mau Pintar? Bermainlah

Untuk membuat anak memahami atau mengerti akan suatu pelajaran, tidak melulu harus dengan menjelaskan secara panjang lebar dan anak hanya dijadikan sebagai pendengar.

Anak tentu akan merasa bosan jika diberikan aktivitas seperti itu saja.

Belajar
Belajar
Pengalaman sebagai murid dahulu  ketika ada pelajaran praktek, hati menjadi lebih bersemangat dan proses memahami pelajaran menjadi lebih cepat.

Bahkan banyak informasi tambahan yang diperoleh berkat aktivitas luar kelas tersebut.

Aktivitas bergerak kesana-kemari mengerjakan sesuatu ternyata memberikan pengalaman yang menyenangkan dan tentunya tidak akan membosankan.

Bermain sekaligus belajar

Nah praktek ini bisa dikemas menjadi ajang bermain yang menyenangkan. Contohnya ketika ada pelajaran tentang alam sekitar, ajaklah anak didik untuk keluar kelas dan melihat benda-benda apa saja yang ada.

Mereka disuruh mencatat dan kemudian mengelompokkan mana yang termasuk benda mati dan makhluk hidup.

Kalau bisa ketika mencatat dan mengelompokkan itupun dilakukan diluar kelas, biar mereka merasakan suasana belajar yang berbeda.





Diterapkan di rumah


Para orang tua juga bisa memberikan permainan yang mendidik di rumah.

Ajaklah mereka untuk bermain angka dan sebagainya. Sebagai orang tua tentu harus kreatif agar anak semakin semangat belajar dan rasa penasarannya semakin bertumbuh.

Namanya juga anak kecil..

Jika dipaksa duduk diam dalam rentang 30 menit pasti bisa, bisa menangis, merengek, ngambek dan akhirnya tidak jadi belajar.

Sayang sekali kan?

Gunakan trik bermain ini, cobalah buat atau susun permainan yang secara tidak langsung menyisipkan pelajaran ke dalam pikirannya.

Si kecil asyik bermain padahal ia sebenarnya sedang belajar.

Inilah yang mesti dilakukan..

Tujuannya tentu saja menanamkan pengetahuan baru kepada anak, sehingga mereka semakin mudah mengikuti pelajaran disekolah.

Baca tulis contohnya..
  • ajak anak untuk bernyanyi abcdefg...
  • lakukan setiap hari sampai dia hafal
  • terus cobalah kenalkan hurufnya dari a sampai e dulu, jangan semuanya.
  • usahakan tidak memaksa.
Jika bisa dilakukan dengan rutin, si anak dengan cepat menguasai huruf-huruf dan disusul dengan kemampuan merangkai huruf menjadi suku kata.

Suku kata menjadi kata...

Butuh proses, tapi anak tidak merasa terbebani.


Untuk anak yang sudah lebih besar, misalnya SMP atau SMA, para guru bisa memberikan proyek kecil-kecilan tentang materi yang sedang dipelajari.

Jadi mereka tidak hanya bengong menyantap materi yang diberikan.

Dengan adanya proyek, pikiran mereka tergerak untuk mencari masalah, mencari solusi dan akhirnya bisa menyampaikan kepada teman-teman yang lain.

Prosesnya pasti menyenangkan.

Asalkan tidak yang bikin mereka memutar otak terlalu keras.

Yang fun saja..


Kesimpulan

Jadi membuat anak pintar tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan, tapi bermain bisa membuat mereka mengerti akan apa yang sedang dipelajari.

Karena dalam bermain itu kita bisa memberikan pemahaman kepada anak tanpa disadari oleh mereka.

Proses belajar menjadi lebih asyik dan anak-anak malah semakin antusias belajar, akhirnya berimbas kepada kecerdasan mereka.

Ayo ajak anak bermain sambil belajar..

Baca juga :



Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner



0 comments:

Post a Comment