Home » » Media-Media Untuk Memahat Ukiran

Media-Media Untuk Memahat Ukiran

Media Untuk Ukiran
Berbagai jenis ukiran bisa ditemukan dengan mudah sekarang ini, mulai dari

  • pintu, 
  • gerbang rumah, 
  • cincin 
  • patung
  • dan lainnya. 

Untuk menghasilkan ukiran yang menarik dan ciamik, maka diperlukan bahan yang bagus juga.

Nah..

Ada beberapa jenis bahan yang bisa dikreasikan untuk menghasilkan ukiran yang baik.



Baca juga :

Beberapa media ukir

Dibawah ini ada beberapa media ukiran yang umum atau bahkan baru anda ketahui.
Yuk simak daftarnya..



1. Batu

Hasil kerajinan pahatan batu umumnya berupa patung.

Kalau di Bali biasanya dijumpai di daerah Batubulan. Jika kebetulan ingin mencari patung dari batu di Bali, datang saja ke sana.

Berbagai macam bentuk patung bisa dijumpai dan anda bisa memilihnya sesuai selera.

Selain batu, ada juga ukiran yang terbuat dari paras. Paras ini umumnya digunakan sebagai ukiran untuk bangunan gerbang dan juga ukiran rumah.

Candi atau gerbang tempat ibadah/pura dibali juga biasanya dibuat dengan menggunakan batu hitam yang terlihat gagah dan kokoh.

Bisa dilihat pada gambar di atas..



2. Kayu

Ya..

Kayu adalah bahan umum yang banyak digunakan untuk menghasilkan berbagai macam kreasi ukiran yang menarik.

Kreasi ukiran kayu antara lain :
  • patung, 
  • ukiran pintu dan jendela, 
  • bingkai foto
  • Souvenir
Dan sekarang sedang ngetren ukiran pintu gebyog yang dibuat dengan menggunakan kayu pilihan. Banyak kok yang menjualnya..

Atau anda ingin mengganti pintu dengan yang ada motif ukirannya??


3. Logam

Bisakah??

Tentu saja tidak sulit bagi mereka yang sudah ahli..

Ukiran logam biasanya digunakan oleh para pengerajin untuk membuat perhiasan.
Misalnya :
  • kalung, 
  • cincin atau 
  • anting-anting. 
  • dan juga gelang
Di dalamnya kan terlihat dengan jelas alur ukiran yang melenggak-lenggok dan membuat asesoris ini menjadi lebih indah.

Logamnya bisa berupa emas, perak dan juga alpaka.

Alpaka adalah logam mirip dengan perak..
Harganya lebih murah dibandingkan perak.


4. Es

Kalau di Indonesia tentu saja jarang ditemui..

Media ukiran dengan es biasanya ditemukan di negara yang memiliki musim dingin. Es bisa dipahat menjadi berbagai macam bentuk yang unik dan menarik.

Festival pahatan es pun sering diadakan diberbagai negara dan mengundang decak kagum pengunjung.

Hasilnya keren-keren lho..

Festival seperti ini tentu saja hanya bisa diadakan ketika musim dingin. Musim dimana es bisa dengan mudah membeku dalam waktu lama.


5. Campuran pasir

Pasir yang digunakan adalah pasir khusus dan sangat halus..

Beratnya nendang banget lho..

Mengangkat seember ukuran kecil saja akan sangat kesusahan bagi mereka yang tangannya sedang sakit..

Benar..

Saya tidak bohong..

Beratnya minta ampun.

Kalau biasanya saya bisa menenteng pasir biasa seember dengan satu tangan, maka yang ini dua tangan terasa masih berat.

Pasir seperti ini kemudian dicampurkan dengan bahan tertentu/semen dan langsung diukir dalam keadaan basah.

Dalam keadaan basah..

Campuran pasir ini mudah sekali dibentuk hanya dengan menggunakan pahat khusus yang kecil. Bentuk yang bisa dibuatpun beragam.

Ukiranpun akhirnya kering dengan sendirinya dan awet dalam waktu yang lama...
Keren..


6. Sabun

Pernah mendapatkan tugas untuk membuat ukiran dari sabun ketika SD??

Berbagai motif ukiran bisa dibuat diatasnya dan ini merupakan aktivitas yang sangat mengasyikkan dan merangsang kreatifitas.


Ada bahan lain lagi?

Tentu saja ada..

Saya tambahkan lagi satu ya.. Tanah liat..
Betul kan??

Tanah ini sangat lengket dan mudah dibentuk ketika masih basah. Ukiran dengan motif kesukaan bisa langsung digoreskan disini.

Hasilnya akan terlihat lebih menarik lagi setelah kering..

Atau..
Anda punya bahan lain lagi yang bisa diukir dan hanya ada di daerah anda sendiri?

Bisa dibagikan disini ya, sehingga pengetahuan kita semakin meningkat..
Silahkan bagikan di komentar..



Baca juga :


Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner


2 comments: