Home » , » Kopi Memang Enak Dinikmati Saat Panas

Kopi Memang Enak Dinikmati Saat Panas

Panas ya..
Bukan mendidih..

Minuman jenis ini paling enak diseruput ketika dalam keadaan panas, apalagi jika suasana dingin-dingin.. Mantap..

source : pixabay

Kopi memang menjadi minuman yang sangat digemari didunia dan minuman ini paling enak diminum saat panas.

Kalau sudah dingin rasanya kurang enak, entah apa yang menyebabkan.

Setiap orang mempunyai selera masing-masing dalam menikmati sajian minuman yang satu ini, dan saya lebih memilih kopi panas.

Ketika diseruput, panasnya mampu membakar semangat yang sudah loyo..

Berrrrrrrr...
Tiba-tiba seperti mendapatkan energi super, bekerja tambah enak rasanya..

Sakit kepala yang dari tadi senut-senut tidak terdeteksi lagi. Mungkin ia takut dan bersembunyi gara-gara melihat raungan semangat yang tiba-tiba muncul.

Ingat tiup

Jangan main hisap saja, tiup dulu kopi yang panas ini agar suhunya bisa diterima mulut.

Kalau tidak, beberapa bagian bibir dan  lidah bisa terasa kebas karena diterjang suhu cairan yang panas.

Ow...
Atit...

Segelas minuman ini akan habis dalam hitungan menit, karena saya tidak mau menikmatinya dalam keadaan dingin.

Entah ada apa dengan dingin..

Minuman ini seperti kurang bertenaga jika panasnya lenyap. Ia tidak mampu memberikan dorongan maksimal agar semangat datang.

Alirannya masuk lancar ke dalam perut tanpa mampu membuat tubuh tergoncang karena letupan semangat yang menyalak-nyalak.

Bapak dan ibu sayapun akan komplain jika kopinya dingin..
Kurang menggigit katanya.

Hal seperti ini tidak akan dijumpai jika membeli kopi pada kafe-kafe yang sekarang mudah dijumpai dibanyak tempat.

Mereka akan menyajikan kopi dengan balutan krim yang difungsikan sebagai bidang untuk menggambar.

Gambar?
Iya betul..

Contohnya ada pada "latte art"

Minuman seperti ini disajikan dalam keadaan hangat, saya sudah mencobanya dan rasanya masih enak kok..

Tapi saya adalah penggemar kopi hitam sejati..

Kopi yang diolah langsung secara manual dan mampu memberikan aroma khas yang sungguh menggoda.

Baunya itu lho..
Enak banget..

Ketika disiram dengan air panas plus tamburan sedikit gula, aromanya langsung tersebar lewat kepulan asapnya.

Tidak mau menunggu lama, sayapun langsung menjinakkan panasnya sebentar dengan memberikan tiupan lembut.

Lalu hisap dan hmmmmmmm... Enak sekali rasanya..

Kopi bagi saya tidak enak dinikmati ketika dingin, apalagi disajikan dengan taburan es batu. Kurang klop rasanya..

Selera berbeda

Setiap orang memiliki selera yang berbeda-beda..
  • Ada yang suka dengan kopi beserta es
  • Ada yang demen minum ketika panasnya sudah hilang
  • Dan doyan menyeruputnya ketika masih panas.
Nah, saya masuk ke golongan yang ketiga..

Di rumah, dalam sehari minimal saya ngopi dua kali. Itu harus dan wajib.. Kopinya pun harus yang berbentuk bubuk dan diimpor langsung dari kampung.

Kenapa harus dari sana?

Ibu saya biasanya akan memesan serbuk kopi dari para pembuat yang masih menggunakan cara tradisional.

Rasanya beda banget lho..

Ketika saya sajikan ke beberapa teman, mereka heran bagaimana bisa rasa kopi ini begitu enak. Begitulah tanggapannya.

Dan ketika mencoba menggunakan kopi bubuk dari produk lain, rasanya kurang menggigit.. 

Semenjak itulah saya selalu memesan kopi bubuk dari kampung yang masih diolah dengan cara tradisional.

Kopi seperti ini tidak bakal tergantikan, apalagi jika disajikan dalam keadaan panas..
Mmmmm...

Baca juga :


Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner



0 comments:

Post a Comment