Home » » Proses Kehamilan Sang Istri

Proses Kehamilan Sang Istri

Pada posting sebelumnya sudah saya tulis tentang tanda-tanda kelahiran buah hati saya, I Gede Satya Pradnyana. Nah, sekarang saya ingin berbagi cerita ketika proses kehamilan istri saya dari pertama sampai mau melahirkan.

Setelah memeriksakan kandungan pertama kali pada bidan untuk memastikan kehamilan istri, bidan menyuruh istri untuk periksa rutin satu bulan sekali. Jika ada pendarahan maka istri disuruh segera untuk ke bidan lagi agar mendapatkan pertolongan yang cepat.

Setiap satu bulan saya mengantar istri ke bidan. Pada bulan pertama berat badan istri naik 1 kg, bulan kedua juga sama. Nah, pada bulan ke-4 dan ke-5 berat badan istri tiba-tiba naik 4 kg dan 4,5 kg. Istri disuruh untuk tidak ngemil terlalu banyak agar berat badan bayi waktu lahir tidak terlalu berat. Akhirnya istri pun ngerem nafsunya untuk ngemil. Frekuensinya tidak terlalu sering seperti sebelumnya sih.

Pada bulan ketiga, istri saya menjalani USG untuk mengetahui kondisi janin. Pertama kali melihat anak dalam perut, dia masih sangat kecil. Senang rasanya bisa melihat anak. Saya hanya bisa melihat kepalanya saja dengan jelas. Ya, kan baru tiga bulan anak dalam kandungan.

USG disarankan oleh bidan 3 kali. Pertama pas kandungan umur 3 bulan, kedua pada usia 6 bulan dan yang ketiga menjelang kelahiran. Setelah 6 bulan, saya kembali mengantar istri untuk USG. Sekarang saya sudah bisa melihat tangan dan kaki kecilnya. Dia bergerak dengan aktifnya dan kemudian saya diberitahu bahwa anak saya itu laki-laki. Wah, tambah senang saya..

Anak terus bergerak aktif dalam kandungan. Menendang-nendang perut ibunya dan saya merasakan gerakan anak didalam. Saya ajak dia ngobrol dan didengarkan lagu-lagu klasik. Ketika mendengarkan lagu-lagu klasik, anak bergerak pelan dan lembut. Saya rasakan lewat perut ibunya.

Nah, pernah anak saya tidak bergerak dalam waktu yang lama. Biasanya setiap jam dia dapat saja bergerak. Ketika disore hari pulang kerja, istri bilang bahwa si adik tidak gerak dari pagi. Istri dah menangis. Saya khawatir juga sih. Kemudian saya pegang perut istri dan saya nyanyikan lagu "twinkle-twinkle little star" dan kemudian si adik merespon dengan tendangan lembut. Istri saya akhirnya lega. Lagu "twinkle-twinkle little star" merupakan lagu yang sangat sering saya nyanyikan ketika saya bersama istri dan si adik selalu meresponnya dengan tendangan lembut. Ini lagu kesukaannya..

Dan akhirnya pada tanggal 13 September 2012, anak saya yang pertama lahir dan saya sangat senang menyambut kehadiran si adik. Perasaan senang, bahagia bercampur menjadi satu..


Gratis!! Dapatkan artikel terbaru hanya dengan memasukkan alamat email anda.. Mudah sekali tentunya..:

Delivered by FeedBurner



0 comments:

Post a Comment